An Indonesian-English blog, sharing review of children's books.
story retelling by Anushka Ravishankar illustrated by Taposhi Ghoshal published by Penguin Books India Hardcover ISBN:9791846464514 *a Ladybird Favourite Tale from Aesop's Fables
Gundu was very fond of eating eggs. He also ate duck's eggs and hen's eggs but his favourite were goose eggs. However, goose eggs were very expensive. Gundu's parents worked really hard to meet the needs of their only son to eat eggs every day. Ramoji, Gundu's father, and Durga, Gundu's mother, spent most of their money on eggs as well.
One day, they bought a goose from an old woman. She sang that the goose would lay an egg a day. Later they found out that the eggs were yellow, shiny, inedible, and.... expensive.
Ramoji, Durga, and Gundu had enough money for buying eggs, jewelleries, and clothes from selling the goose eggs to a goldsmith. The parents also thought to buy a new bigger house by saving up the money. Their patience began to waver when the goldsmith persuaded Ramoji to supply more golden eggs.
(No eggs were wasted on this review. All the eggs had been eaten by Sabio)
🥚
Gundu sangat suka makan telur. Dia juga makan telur bebek dan telur ayam tapi favoritnya adalah telur angsa. Namun, telur angsa harganya sangat mahal. Orang tua Gundu bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan putra satu-satunya untuk makan telur setiap hari. Ramoji, ayah Gundu, dan Durga, ibu Gundu, juga menghabiskan sebagian besar uang mereka untuk membeli telur.
Suatu hari, mereka membeli seekor angsa dari seorang wanita tua. Dia bernyanyi bahwa angsa akan bertelur 1 per hari. Kemudian mereka menemukan bahwa telur itu berwarna kuning, mengkilat, tidak bisa dimakan, dan.... mahal.
Ramoji, Durga, dan Gundu memiliki cukup uang dari menjual telur-telur angsa itu kepada seorang tukang emas. Orang tua Gundu juga berpikir untuk membeli rumah baru yang lebih besar dengan menabung sisa uangnya. Kesabaran mereka mulai goyah ketika si tukang emas membujuk Ramoji untuk memasok lebih banyak telur emas.
(Tidak ada telur yang terbuang dalam ulasan ini. Semua telur telah dimakan oleh Sabio)
Info: from Sabio's cousins
This review has been posted on IG on November 17th., 2020
What kind of eggs that you like?
Sabio and his Mom
Disclaimer:
All books and photos belong to Sabioandmom, unless stated otherwise.
written by Devi Raissa illustrated by Guntur G. published by Rabbit Hole Hardback ISBN: 9786026052902 *a touch 'n feel book
Setelah kesengsem dengan "Bella dan Balon Merah" juga "Suara Apa Itu?", Mama membeli buku ini sepaket dengan buku-buku Rabbit Hole lainnya melalui program arisan yang resmi diadakan oleh Rabbit Hole.
Suka banget deh karena bentuknya boardbook, ukurannya besar, plus ada fitur sentuh dan rasa. Waktu itu, Sabio sudah TK ya tapi dia semangat baca buku ini. Satu per satu halaman sentuh dan rasa dia coba, sambil bertanya ke Mama, "Memangnya benar, Ma? Kita bisa merinding kalau ketakutan?"
Lucunya lagi, sebelum Mama memotret buku ini untuk dipost, Sabio sempat membaca buku ini beberapa kali. Padahal umurnya sudah 9 tahun. Kata Sabio, dia paling suka halaman tentang rasa Sedih dengan ilustrasi hujan dan fitur awan yang bisa disentuh, karena awannya halus dan lembut. Dia bilang menyentuh awan itu, membuat dirinya senang.
🌧️
After being impressed with "Bella dan Balon Merah" as well as "Suara Apa Itu?", Mom bought this book with other Rabbit Hole books through the official program held by Rabbit Hole.
Mom really likes it because it's a large boardbook, plus it has touch and feel pages. At that time, Sabio was in kindergarten, but he was excited reading this book. He tried each touch and feel page, while asking Mom, "Is that true, Ma? Can we get goosebumps if we scared?"
The funny thing is, before Mom took pictures of this book to be posted, Sabio has read it again several times even though he is 9 years old this year.
Sabio likes the page about sadness the most. It contains rain illustration and a cloud that is pillowy and cottony. He said touching the cloud, making himself happy.
Info: bought at Rabbit Hole ID (arisan)
This review has been posted on IG on October 19th., 2020
How do you feel right now?
Sabio and his Mom
Disclaimer:
All books and photos belong to Sabioandmom, unless stated otherwise.
published by Atheneum Books For Young Readers eBook ISBN: 9781442426320 *a Caldecott Honor book
There are a lot of interesting children's book in this world. When one of our wishlists is fulfilled, suddenly there are many new books that we also want to read. In order to maintain healthy spending, Mom must consider carefully when is the right time to buy a new book, or.. to go to a library, to borrow a book, to hunt at secondhand bookstore, to wander at books sale event, or just to patiently wait for rebates. And now, Mom has one more option. eBook.
Having a superb first impression of Sabio's first ever read-aloud picture eBook. Mom looked for more children's picture book titles on Play Book, marked some and (if it was still not on budget) then waited patiently for rebates. For imported books, sometimes their eBook are cheaper than the printed edition.
Luckily, that month, Mom found this title and also got another coupon. To find out whether Sabio would like the story or not, Mom read him the sample version. He was surprised when the next page was locked, and his face was full of curiosity. So Mom decided to buy it.
Stone Soup is such a hidden gem. The story is intriguing. It's classic and has lots of messages.
One day, the villagers heard that three soldiers was coming to their place. Afraid that the soldiers' hunger would deplete their stock of food, they were in a rush to hid all they had. And, they tried to look as hungry as possible in front of the soldiers who hadn't eaten for days.
The three soldiers didn't get any food from the villagers. Their request to stay overnight was also refused. They couldn't protest because every house had good reasons. But, they knew what they saw wasn't all true.
The soldiers decided to make some Stone Soup and the curious villagers started helping them.
*
Banyak sekali buku anak-anak yang menarik di dunia ini. Ketika salah satu wishlist kita terpenuhi, tiba-tiba banyak buku baru yang juga ingin kita baca. Untuk menjaga pengeluaran tetap sehat, Mama harus mempertimbangkan dengan matang kapan waktu yang tepat untuk membeli buku baru, atau.. ke perpustakaan, meminjam buku, berburu di toko buku bekas, berkeliling di acara obral buku, atau hanya bersabar menunggu diskonan. Dan sekarang, Mama punya satu pilihan lagi. eBook.
Memiliki kesan pertama yang luar biasa dari buku gambar pertama Sabio yang memiliki fitur baca-nyaring (read-aloud). Mama mencari lebih banyak judul buku bergambar anak-anak di Play Book, menandai beberapa dan (jika masih belum sesuai anggaran) kemudian menunggu diskon dengan sabar. Untuk buku impor, terkadang ebook mereka lebih murah daripada edisi cetak.
Untung saja bulan itu, Mama menemukan judul ini dan juga mendapat kupon lagi. Untuk mengetahui apakah Sabio menyukai ceritanya atau tidak, Mama membacakan versi sampelnya. Sabio terkejut ketika halaman berikutnya terkunci, dan wajahnya penuh rasa ingin tahu. Jadi Mama memutuskan untuk membeli ebook ini.
Stone Soup adalah permata tersembunyi. Ceritanya menarik. Klasik dan memiliki banyak pesan.
Suatu hari, penduduk desa mendengar bahwa tiga tentara datang ke tempat mereka. Karena takut kelaparan para prajurit akan menghabiskan persediaan makanan mereka, mereka buru-buru menyembunyikan semua yang mereka miliki. Dan, mereka berusaha terlihat selapar mungkin di depan para prajurit yang tidak makan selama berhari-hari.
Ketiga tentara itu tidak mendapatkan makanan dari penduduk desa. Permintaan mereka untuk menginap juga ditolak. Mereka tidak bisa protes karena setiap rumah punya alasan yang bagus. Tapi, mereka tahu apa yang mereka lihat tidak semuanya benar.
Para prajurit memutuskan untuk membuat Stone Soup (sop batu) dan penduduk desa yang penasaran mulai membantu mereka.
Info: bought at Play Book
This review has been posted on IG on November 4th., 2020
What do you think about the soldiers?
Sabio and his Mom
Disclaimer:
All books and photos belong to Sabioandmom, unless stated otherwise.
by Keiko Kasza published by PT Wortel Books Publishing Paperback ISBN: 9789791534161
Mother Possum taught Joe how to save himself from their enemies by playing dead. It was a crucial trick for a possum. When they were practicing, Joe wasn't able to hold his laugh, his scream, his giggle, and his wiggle. But, a dead possum not laugh, scream, giggle, or even wiggle!
While Joe's friends were entertained to watch Joe practicing, Mother Possum was worried, wondering how Joe would handle a real dangerous situation. Meanwhile, a bear lurked as they practiced outdoor.
Sabio and Mom really enjoy reading this book and the 2 other books by Keizo Kasza that sabioandmom has. The story is funny and warm, also not superficial. The illustrations are classic so they are very familiar and easy to enjoy.
🐻
Ibu Possum mengajari Joe cara menyelamatkan dirinya dari musuh dengan berpura-pura mati. Itu adalah trik krusial bagi seekor possum. Saat mereka berlatih, Joe tidak mampu menahan tawa, teriakannya, tawa cekikikannya, dan goyangannya. Tapi, posum mati tidak tertawa, berteriak, cekikikan, atau bahkan menggoyangkan badan!
Sementara teman-teman Joe terhibur melihat Joe berlatih, Ibu Possum khawatir dan bertanya-tanya bagaimana Joe akan menangani situasi berbahaya yang sebenarnya. Sementara itu, seekor beruang mengintai saat mereka berlatih di luar rumah.
Sabio dan Mama sangat menikmati membaca buku ini dan 2 buku karya Keizo Kasza lainnya yang sabioandmom miliki. Ceritanya lucu dan hangat, tapi juga tidak dangkal. Ilustrasinya klasik sehingga sangat familiar dan mudah dinikmati.
Info: bought at Bukabuku.com
This review has been posted on IG on August 24th, 2020.
What will you do if you meet a bear?
Sabio and his Mom
Disclaimer:
All books and photos belong to Sabioandmom, unless stated otherwise.
Sabio dan Mama sangat menyukai cerita Rabbit & Bear. Lucu, sederhana, namun sarat makna. Cara penyampaiannya pun tepat tidak terkesan menggurui.
Beruang (Bear) yang positif dan Kelinci (Rabbit) yang super sensitif bertemu secara tidak sengaja di "Kelinci dan Kebiasaan Buruknya". Pertemuan yang sangat tidak biasa. Beruang terbangun dari hibernasinya bahkan saat musim dingin belum selesai. Ada pencuri yang masuk ke guanya dan mencuri stok makanan Beruang. Siapa sangka si pencuri jauh lebih galak. Hebatnya, kebaikan Beruang bisa membuat "musuh" pun menjadi teman baiknya.
Pada "Gangguan Di Naungan", saat musim semi tiba, Kelinci pindah keluar dari gua Beruang dan kembali ke liangnya. Ia mengusir Kura-kura yang menumpang di sana. Kelinci merasa hampir gila selama musim dingin karena dengkuran Beruang. Tapi ia juga mengeluhkan Kura-kura yang lamban dan tenang. Kelinci juga tidak menyukai suara si Pelatuk yang meramaikan suasana hari itu. Beruang berkata mungkin masalahnya bukan pada lingkungan di sekitar Kelinci, tapi pada diri Kelinci sendiri. Karena, satu-satunya persamaan dari problema Kelinci adalah Kelinci.
Dalam "Serangan Makanan Ringan", Burung Hantu tak sadarkan diri saat terjatuh di atas Kelinci. Malang baginya, Kelinci dan para tikus menjebloskan Burung Hantu ke dalam penjara. Mereka sepakat bahwa burung hantu itu sangat ganas dan berbahaya. Kelinci lebih mempercayai rumor yang ia dengar daripada pengalaman hewan lain ataupun kenyataan yang ada di depan matanya sendiri.
Ketiganya sudah direview oleh Sabio dan Mama di akun ini, cuman Mama belum sempat mengunggahnya ke blog (sabioandmom.com).
made by Emma Surry & Hermione Edwards published by Priddy Books Hardcover ISBN: 9781849151245 *for age 2+
There were days when Sabio loved to search things. At that time, Mom used to: 🔧 buy a book and hide it as treasures, draw a map and give it to Sabio 🔧 buy books of mazes 🔧 print free printable mazes 🔧 buy a book like this book *grin*
Mom thinks it doesn't look babyish. Its illustrations are still suitable for elementary school children. Moreover, it looks fancy and it's also sturdy.
During photoshoot, Sabio counted the keys on the Wizard page carefully. He is nine years old now and Mom guesses he still enjoy reading this book.
⚔️🤖🚢
Ada hari-hari ketika Sabio suka mencari sesuatu. Saat itu, Mama biasanya: 🔧 membeli buku dan menyembunyikannya sebagai harta karun, membuat peta dan memberikan peta itu ke Sabio 🔧 membeli buku labirin 🔧 mencetak printable labirin gratis 🔧 membeli buku seperti buku ini *senyum*
Menurut mama buku ini nggak kelihatan bayi banget. Ilustrasinya masih cocok untuk anak Sekolah Dasar. Apalagi kelihatan mewah dan juga kokoh.
Selama pemotretan, Sabio menghitung kunci di halaman Ruangan Penyihir dengan cermat. Walaupun sudah berumur sembilan tahun sekarang, sepertinya dia masih menikmati membaca buku ini.
Info: bought at Books&Beyond
This review has been posted on IG on December 24th, 2020.
Do you have a treasure at your house?
Sabio and his Mom
Disclaimer:
All books and photos belong to Sabioandmom, unless stated otherwise.
Apakah hari ini cuacanya cukup bersahabat di kota Anda? Hari Minggu ini, Sabio masih merayakan berakhirnya ujian tengah semester, begitu juga Mama. Seminggu kemarin kami benar-benar berusaha sebaik mungkin untuk fokus ke ujian Sabio. Karena di masa PJJ ini (Pembelajaran Jarak Jauh), entah kenapa tugas sekolah terasa tidak ada habisnya. Semoga COVID-19 segera dapat ditaklukkan sehingga anak-anak bisa segera belajar kembali di sekolah dengan aman.
Oya, postingan ini akan diketik dalam Bahasa Indonesia yang sebaik mungkin dan sebenar mungkin agar mudah diterjemahkan. Maaf karena tidak menulisnya juga dalam Bahasa Inggris kali ini.
Mama ingin mulai berbagi bagaimana foto-foto buku untuk review di akun Instagram @sabioandmom diambil. Rasanya ingin berbagi saja, siapa tahu ada yang terinspirasi atau memberi inspirasi? Konon, orang akan bertambah pintar jika ia mengajari orang lain atau berbagi ilmunya dengan orang lain :). Fotografernya @sabioandmom juga masih perlu banyak belajar hehehe..
Buku pertama yang akan Mama bagikan behind-the-scenesnya, yaitu Batmouse. Di bawah ini adalah postingan di akun Instagram @sabioandmom.
Fotonya terlihat sederhana saja kan ya? Ada dua tali yang disilang dengan latar belakang kuning, dan difoto lainnya ada sedikit silau sinar matahari dan bayangan korden. Lebih minimalis daripada konsep foto awal yang Mama pikirkan. Tadinya, Mama akan menggunakan enam buah tali tas. Ya, itu tali tas...
Untuk pemotretan buku ini, properti foto yang digunakan, antara lain:
2 buah tas, dari 6 buah tas yang disiapkan (tiga tas milik Mama dan tiga tas lainnya milik neneknya Sabio),
beberapa lembar kertas origami berwarna kuning
1 lembar PVC cardboard berwarna putih
Selotip
1 buah meja kecil
Meja bermain milik Sabio ditaruh di "U-turn" tangga dekat jendela tinggi. Pencahayaan alami di jendela ini paling bagus sekitar jam 3 sore karena menghadap ke barat. Dan, jendelanya tidak menggunakan korden blackout, hanya filtrase, sehingga cahaya yang masuk cukup banyak. Kadang-kadang akan ada bayangan corak bunga dari filtrase. Minusnya lokasi ini, tempatnya cukup berbahaya. Biasanya Mama akan menaruh meja di anak tangga yang lebih rendah dan mepet dinding, mengganjal satu kaki meja yang menggantung dengan boks/buku. Anak tangga di bagian "U-turn" ini bentuknya segitiga siku-siku. Lalu, Mama akan memotret dari anak tangga yang lebih tinggi menghadap ke jendela, tidak menghadap turunan tangga. Kalau cahayanya sangat terang, posisi meja akan naik satu anak tangga, dan Mama akan memotret menghadap dinding. Sinar dari jendela akan menerangi sisi kiri buku.
Di atas meja, diletakkan PVC cardboard yang telah ditutup sebagian dengan kertas origami kuning. Prinsip properti foto @sabioandmom adalah memakai barang yang sudah ada atau seekonomis mungkin. Kalau ada dana lebih, kayaknya lebih baik dialokasikan untuk membeli buku lagi. Kebetulan stok kertas karton kuning sudah dipakai untuk tugas sekolah Sabio.
Penampakan sebenarnya ternyata begitu ya? Hehehe... Rata-rata foto @sabioandmom diambil berasio 1:1 dengan teknik flatlay, latar belakang yang dipakai juga lumayan hemat.
Seperti inilah hasil foto menggunakan 6 buah tali tas, menurut Mama kurang rapi. Tali tasnya ada yang rata, ada yang bergelombang. Padahal maunya Mama sih, supaya jumlah talinya bisa sama dengan tali-tali sayap yang terikat di tubuh Pip. Rupanya, dua tali tas saja sudah cukup.
Nah, sebelum diunggah, Mama akan mengecek dulu tone-nya di handphone Mama yang layarnya tidak terlalu hangat. Handphone utama Mama layarnya lebih detil tapi tone-nya terlalu hangat. Jika ada yang perlu diperbaiki, Mama lebih suka mengedit langsung di Instagram.
Hm..ternyata lumayan panjang juga ya postingan berbagi behind-the-scenes perdana @sabioandmom. Semoga bermanfaat ^-^!
Disclaimer:
All books and photos belong to Sabioandmom, unless stated otherwise.
written by Watik Ideo illustrated by Luluk Nailufar Paperback
Di awal "musim" Korona, Mama menemukan buku ini di IG secara nggak sengaja. Berisi pengetahuan dasar untuk anak-anak mengenai Korona termasuk cara mencegah terjangkit virus Korona. Ilustrasinya lucu plus ada bonus poster cara mencuci tangan dan lembar mewarnai. Berguna banget buat mengingatkan Sabio tentang cara pencegahan Korona tanpa harus dianggap cerewet hehehe...
Sebenarnya buku ini nggak cuma 1, masih ada cerita-cerita selanjutnya mengenai si Korona dan cara bersosialisasi agar si Korona nggak semakin menyebar. Sampai sekarang sudah ada 10 buku.
Buku pertama bisa diakses di website covid19.go.id sedangkan versi Bahasa Inggris buku pertama dan cerita lengkap si Korona bisa dibaca di akun Instagram (@)watikideo. Versi cetaknya dapat dibeli di Ideokids.
🔴
At the beginning of the Corona "season", Mom coincidentally found this book on IG. Contains basic knowledge for children about Corona including how to prevent Covid19. The illustrations are cute plus there is a bonus poster about how to wash hands and a coloring sheet. It's very useful for reminding Sabio about how to prevent Corona without having to be considered fussy ha-ha...
Actually the story of Corona is not just 1 book, there are still further stories about the Corona and how to socialize safely so that the Corona will not spread more. Until now, there are 10 books in total.
The first book can be accessed on the website covid19.go.id while the English version of the first book and the complete story of the Corona can be read on (@)watikideo Instagram feed. You can also buy the printed version at Ideokids.
Info: bought at IG ideokids.edugames
Originally posted on IG on June 19th, 2020.
Remember to wash your hands before eating :)
Sabio and his Mom
Disclaimer:
All books and photos belong to Sabioandmom, unless stated otherwise.