Seri: Rabbit & Bear


Apakah kamu sudah membaca seri ini?

Sabio dan Mama sangat menyukai cerita Rabbit & Bear. Lucu, sederhana, namun sarat makna. Cara penyampaiannya pun tepat tidak terkesan menggurui.

Beruang (Bear) yang positif dan Kelinci (Rabbit) yang super sensitif bertemu secara tidak sengaja di "Kelinci dan Kebiasaan Buruknya". Pertemuan yang sangat tidak biasa. Beruang terbangun dari hibernasinya bahkan saat musim dingin belum selesai. Ada pencuri yang masuk ke guanya dan mencuri stok makanan Beruang. Siapa sangka si pencuri jauh lebih galak. Hebatnya, kebaikan Beruang bisa membuat "musuh" pun menjadi teman baiknya.

Pada "Gangguan Di Naungan", saat musim semi tiba, Kelinci pindah keluar dari gua Beruang dan kembali ke liangnya. Ia mengusir Kura-kura yang menumpang di sana. Kelinci merasa hampir gila selama musim dingin karena dengkuran Beruang. Tapi ia juga mengeluhkan Kura-kura yang lamban dan tenang. Kelinci juga tidak menyukai suara si Pelatuk yang meramaikan suasana hari itu. Beruang berkata mungkin masalahnya bukan pada lingkungan di sekitar Kelinci, tapi pada diri Kelinci sendiri. Karena, satu-satunya persamaan dari problema Kelinci adalah Kelinci.

Dalam "Serangan Makanan Ringan", Burung Hantu tak sadarkan diri saat terjatuh di atas Kelinci. Malang baginya, Kelinci dan para tikus menjebloskan Burung Hantu ke dalam penjara. Mereka sepakat bahwa burung hantu itu sangat ganas dan berbahaya. Kelinci lebih mempercayai rumor yang ia dengar daripada pengalaman hewan lain ataupun kenyataan yang ada di depan matanya sendiri.

Ketiganya sudah direview oleh Sabio dan Mama di akun ini, cuman Mama belum sempat mengunggahnya ke blog (sabioandmom.com).

No comments:

Post a Comment