Astaga, Mulutku Terbang (Lagi)!



Original title: 동동이와 원더마우스2 (Wonder Mouth 2)
by Cho Seung Hye
published by Penerbit Kesaint Blanc
Paperback
ISBN: 9786024770563
*Indonesian edition (bilingual Indonesian-English)

Have you heard about Dudo? Or Dongdong and his wonder mouth? Why was his mouth called a wonder mouth? It wasn't without reason. Dudo's mouth was very quick and skillful, and sometimes could be very independent.

In this 2nd book, the story began when Dudo, who apparently had been in harmony with his mouth, exclaimed that he was free, as his happy expression after holiday announcement by his teacher. Instantly, Dudo's mouth flew far away undetected. It was also freeing itself. Yeah, it happened again!

Fortunately, Dudo had a Twinkle account, where he posted an announcement about his ran away mouth. With the helps from people in that social media, Dudo was able to track his mouth. He chased it in a hurry with a skateboard, then by bus, by truck, by hiking, by canoing, by paragliding. On the other side, his skillful mouth enjoyed its own adventures, having a great holiday.

Sabio read this book and the first book very quickly. As Mom remembers, he read both while waiting for his food at the restaurant.

Likewise Dudo's first story, the storyline of this 2nd book is also very entertaining and surprising. It feels more modern because of the use of smartphone and social media.

🦆🦆

Pernahkah kamu mendengar tentang Dudo? Atau Dongdong dan mulut ajaibnya? Mengapa mulutnya disebut mulut ajaib? Bukan tanpa alasan. Mulut Dudo sangat cepat dan terampil, dan terkadang bisa sangat mandiri.

Di buku ke-2 ini, cerita bermula ketika Dudo yang rupanya sempat bersatu kembali dengan mulutnya berseru bahwa dirinya kini bebas. Itu adalah ungkapan bahagia Dudo usai pengumuman liburan oleh gurunya. Seketika, mulut Dudo terbang jauh tanpa terdeteksi. Mulutnya juga membebaskan diri. Ya, itu terjadi lagi!

Untungnya, Dudo memiliki akun Twinkle, di mana dia memposting pengumuman tentang mulutnya yang kabur. Dengan bantuan orang-orang di media sosial tersebut, Dudo bisa melacak jejak si mulut. Dia mengejarnya dengan secepat mungkin menggunakan skateboard, lalu dengan bus, dengan truk, dengan mendaki gunung, dengan kano, dengan paralayang. Di sisi lain, si mulut yang terampil melakukan petualangannya sendiri, menikmati liburan yang menyenangkan.

Sabio membaca buku ini dan buku pertama Dudo dengan sangat cepat. Seingat Mama, dia membaca keduanya sambil menunggu makanan di restoran.

Begitu juga cerita pertama Dudo, jalan cerita buku ke-2 ini juga sangat menghibur dan mengejutkan. Terasa lebih modern karena penggunaan smartphone dan media sosial.









Info: bought at Gramedia
This review was posted on Instagram on April 3rd, 2020.



Can you sing "Twinkle, Twinkle, Little Star"?
Sabio and his Mom



Disclaimer:
All books and photos belong to Sabioandmom, unless stated otherwise.

No comments:

Post a Comment