Paperback
ISBN: 9780201379624
Bilingual version (Indonesian-English)
Being separated from her mom by an unfortunate event, didn't make the little Stellaluna lose her survival instinct. She lived with birds, acted as one of them and dilligently obeyed all their home rules without complaining.
Stellaluna treated her new siblings nicely, and so do them. Four of them lived, ate, played, learned, and grew together. On top of that, their differences strengthen their bond.
Even though the idea of separation feels like a scourge, this book tells more than just a sad story. Sabio giggles a lot when mom read it aloud. He smiles, giggles, laughs, laughs out loud, and laughs out loud rolling on his bed. There's so many funny interactions between the two species in this heartwarming story.
Don't worry about its ending. Stellaluna has a very happy ending, more than you can imagine.
🌲
Terpisah dari ibunya karena suatu kejadian tak disangka, tidak membuat si kecil Stellaluna kehilangan naluri bertahan hidupnya. Dia hidup bersama para burung, bersikap sebagai salah satu dari mereka dan dengan rajin mematuhi semua aturan rumah mereka tanpa mengeluh.
Stellaluna memperlakukan saudara barunya dengan baik, dan begitu juga mereka. Mereka berempat hidup, makan, bermain, belajar, dan tumbuh bersama. Di atas itu, perbedaan mereka memperkuat kebersamaan mereka.
Meskipun gagasan perpisahan dengan orangtua terasa seperti momok yang menakutkan, buku ini menceritakan lebih dari sekadar kisah sedih. Sabio tertawa keras saat mama membacakan buku ini. Dia tersenyum, terkikik, tertawa, tertawa keras, dan tertawa terbahak-bahak di tempat tidurnya. Ada begitu banyak interaksi lucu antara dua spesies di cerita yang hangat ini.
Jangan khawatir tentang akhir ceritanya. Stellaluna memiliki akhir yang sangat bahagia.
Originally reviewed on December 3, 2018
Happy Tuesday,
Sabio & Mom
All books and photos belong to Sabioandmom, unless stated otherwise.



No comments:
Post a Comment